3 Tipe Penikmat Kuliner, Anda Termasuk Yang Mana ?

Jakarta - Datang ke sebuahacara semacam festival alias bazaar terbukti sangat luar biasa. Apalagi apabila itu diperbuat bersama orang terdekat. Bazaar pun ada tidak sedikit macamnya, mulai dari bazaar pakaian, elektronik hingga makanan.


Dalam sebuahacara bazaar makanan kami pun biasanya bakal disaapabilan dengan beragam makanan yang menggugah selera. Mulai dari makanan tradisional khas Indonesia ataupun makanan kekinian yang sedang terkenal.

Nah apabila anda merupakan orang yang sangat suka datang ke sebuahbazaar alias festival makanan, cari tahu dulu apakah Kamu tergolong ke dalam 3 jenis orang semacam di bawah ini.

1. Tukang cicip
Nah saat kami datang ke sebuahacara bazaar makanan pastinya bakal tidak jarang menonton jenis orang yang satu ini. Tukang cicip bakal sangat semangat datang dari satu stand ke stand lainnya untuk mencoba makanan tester. Meskipun mereka rajin untuk mencicipi setiap makanan dari stand, tapi biasanya mereka tidak langsung membelinya sebab terbukti hanya suka mencicipi saja.

2. Penggemar kuliner sejati
Tipe yang satu ini pastinya juga bakal rutin ada di agenda bazaar makanan. Para penggemar kuliner pastinya merasa bahwa bazaar makanan merupakan tempat yang wajib dikunjunginya. Jenis yang satu ini bakal membuktikan bahwa mereka sangatlah penggemar kuliner dengan membeli makanan serta mereview-nya.

Pakar kuliner William Wongso tengah menampilkan atraksi memasak nasi goreng berbumbu terasi dalam Indonesia Culinary Conference & Creative Festival “Nasi Goreng serta Sate” di Gedung Graha Sabha Pramana Yogyakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. TEMPO/Pito Agustin

3. Pokoknya update
Bagi millenials pastinya update di media sosial merupakan faktor yang tidak boleh dilewatkan. Saat datang ke agenda bazaar pastinya Kamu juga bakal menemukan jenis yang hanya suka update saja.

Tak peduli mencicipi alias beli sebuahkuliner, mereka hanya bakal memperhatikan update-nya di media sosial. Biasanya jenis orang yang semacam ini datang ke agenda bazaar alias festival juga sebab ajakan. Betulkah?